Pernah suatu tika dulu,
Kita dilenturkan.
Sebesi mana kita kini,
Pernah suatu masa dulu,
Kita dicairkan.
Setumpul mana kita kini,
Pernah suatu detik dulu,
Kita diasahkan.
Selari pecut mana kita kini,
Pernah suatu hari dulu,
Kita diperlahankan.
Sekertas mana kita kini,
Pernah suatu bulan dulu,
Kita dikoyak rabakkan.
Sejinak mana kita kini,
Pernah suatu tahun dulu,
Kita didajalkan.
Segembira kuning mana kini,
Pernah suatu abad dulu,
Kita dilambung ombak.
Masa mematang kita,
Dalam urusan pilihan matang,
Memilih dan mencari,
Untuk membutuhkan terbaik itu.
Kalau terus di takuk lama,
Tak kemana kita,
Bangkit sayang.
Takkan selamanya ranap?
Takkan selamanya di awan?
Takkan selamanya?
Takkan senang kalau tiada pernah susah,
Tiada susah kalau tiada pernah senang.
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.
0 comments:
Post a Comment